Kota dalam Kajian Antropologi
Dalam beberapa dekade terakhir, antropologi telah melam-paui batas-batas geografisnya. Ia tidak lagi hanya meneliti desa atau masyarakat “tradisional”, tetapi juga menyelami kehidupan urban yang padat, cair, dan kompleks. Antropologi perkotaan hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan baru: bagaimana manusia hidup di tengah heterogenitas dan mobilitas yang tinggi? Bagaimana ruang kota mengatur perilaku dan perasaan warganya? Dan bagaimana kekuasaan, kapital, dan teknologi memengaruhi cara kita mengalami kehidupan sehari-hari?
Buku ini berupaya memperkenalkan antropologi perko-taan sebagai bidang kajian yang kaya teori sekaligus relevan secara praksis. Bab-bab di dalamnya disusun secara sistematis, mulai dari fondasi teoretis hingga refleksi kontemporer. Pembaca akan diajak menelusuri gagasan klasik tentang Geme-inschaft–Gesellschaft dan urban ecology, berlanjut pada teori modern tentang right to the city dan produksi ruang oleh Lefebvre dan Harvey, hingga pada pembacaan mutakhir mengenai kota digital, smart city, gender, lingkungan, dan resistensi warga. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kota tidak hanya menjadi objek observasi, tetapi juga medan politik, moral, dan ekologis yang membentuk relasi antara manusia dan dunia yang ia ciptakan.
Sebagai pengantar bagi mahasiswa, peneliti, dan pembaca umum yang tertarik pada kajian sosial perkotaan, buku ini berusaha menghadirkan bahasa yang jernih namun tetap berpijak pada tradisi ilmiah antropologi. Setiap bab dirancang untuk memperlihatkan keterkaitan antara teori dan kenyataan empiris, antara refleksi akademik dan realitas sehari-hari. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berbicara tentang kota sebagai konsep, tetapi juga tentang manusia yang hidup dan berjuang di dalamnya.
Detail
| ISBN | 978-979-530-643-6 |
|---|---|
| Editor | Jayana Suryana Kembara |
| Halaman | ix + 372 Hlm |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm |
| Cetakan | I, November 2025 |
| Penerbit | Unhas Press |
| Bahasa | Indonesia |






Reviews
There are no reviews yet.