Kelembagaan Produksi Kakao

Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar, menjadi peluang dan tantangan bagi pemerintah dan masyarakat. Pemanfaatan potensi ini dapat mempengaruhi ketahanan pangan, devisa melalui ekspor, dan mengurangi kemiskinan. Namun, jika tidak dimanfaatkan, kemandirian pangan dan kualitas hidup masyarakat tak akan tercapai.

Potensi kakao (Theobroma cacao L.) di Indonesia menjanjikan. Kakao berperan penting dalam menyerap tenaga kerja dan sumbangan devisa di perkebunan. Meskipun Indonesia produsen kakao terbesar ketiga, fluktuasi produksi dan mutu yang rendah masih terjadi.

Sulawesi Selatan adalah pusat produksi kakao. Kabupaten Pinrang merupakan bagian darinya, meski menghadapi tantangan dalam meningkatkan produksi kakao. Pemerintah telah berupaya, tetapi kelembagaan pertanian harus lebih diperkuat. Keberhasilan pembangunan pertanian melibatkan aspek teknis dan kelembagaan.
Dalam revolusi pertanian 4.0, kelembagaan pertanian juga perlu disesuaikan. Namun, ada kendala dalam pembinaan kelembagaan, seperti kurangnya partisipasi petani dan konflik antar lembaga. Kelembagaan ekonomi di Pinrang juga belum optimal.
Dengan mempertimbangkan semua ini, monograf ini menghadirkan data, peran, dan strategi kelembagaan dalam produksi kakao di Kabupaten Pinrang. Hal ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung produksi kakao yang kompetitif di pasar global.

SKU: 9789795304906 Category: Tags: , , ,

Detail

Desain Sampul

Muh. Medriansyah Putra K.

Foto Sampul

Ly Le Minh (unsplash.com)

e-ISBN

978-979-530-490-6

Halaman

xii + 62

Cetakan

I, 2023

Penerbit

Unhas Press

Bahasa

Indonesia

Tentang

Andi Nuddin

Imam Mujahidin F

Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad, Ir., SP., M.Si., Ph.D. adalah Profesor dalam bidang Ekonomi Pertanian dan Pembangunan Pedesaan di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Ia lahir di Banua Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 9 Juni 1975.

Pidato pengukuhannya sebagai profesor bertajuk Reposisi Ekonomi Pertanian untuk Reduksi Kemiskinan dan Pembangunan Pedesaan: Apakah Masih Pionir di Era Digital?. Ia mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Pusat Publication Management Center (PMC), di universitas tersebut 2018-2022. Tahun 2023 sampai sekarang, mendapat tugas negara sebagai Staf Khusus Menteri Pertanian, Republik Indonesia. Ia memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang Agricultural Economics & Rural Development di Ryukoku University, Kyoto, Jepang (2010). Pendidikan Magister Sains dalam bidang Ekonomi Pertanian (major: Kebijakan Pembangunan Pertanian) di Institut Pertanian Bogor (IPB, 2004), Sarjana di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian-Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (1998) dan menyelesaikan Program Profesi Insinyur (Ir) di universitas yang sama.

Visiting Fellow-Professorship (selected last 5 years): South Korea, Malaysia, Papua New Guinea,  Hongkong, Lao PDR, Japan, Philippines, Singapore, Taiwan.. Persentase makalah ilmiah di International Association/University Conferences (Scopus H-Index 10): International Rural Sociology Association, Korean Rural Economic Institute, Asian Rural Sociology Association, Research Society for East Asian Regional Studies, Japanese Agricultural Economics Association, Indonesian Agricultural Economics Society, Southeast Asian Regional Center for Graduate Study & Research in Agriculture (SEARCA), China Council for the Promotion International Trade, Saga University, Center for Indonesian Cocoa and Coffee Research, Universiti Putra Malaysia, World Agro-forestry Center, Afrasian Center for Peace and Development Studies-Ryukoku, Kyoto University, National University of Laos, Bicol University Philippines, Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR), Ford Foundation, Sustainable Food Lab, International Finance Corporation (World Bank Group).

Risetnya terutama berfokus pada Issu Pembangunan Pertanian/Perdesaan (Agricultural/Rural Development Issues, seperti Kompleksitas Kemiskinan Pedesaan dan Lemahnya Fungsi Kelembagaan di Era Digitalisasi Global). Organisasi profesi: International Association of Agricultural Economics (IAAE) Asean Society of Agricultural Economics (ASAE), Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Asean Rural Sociology Association (ARSA), International Rural Sociology Association (IRSA), Asosiasi Jurnal Pertanian Indonesia (AJPI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Himpunan Editor Berkala Ilmiah Indonesia (HEBI), Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Asosiasi Agribisnis Indonesia (AAI). E-mail: arsyad@unhas.ac.id.

Rio Akbar Rahmatullah

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Kelembagaan Produksi Kakao”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *