Inklusivitas pada Usahatani Kakao

Kata  inklusif sudah digunakan sebagai kata sifat dari berbagai kegiatan, termasuk pada kebijakan pembangunan, yaitu pembangunan memperhatikan pemerataan hasil, kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan bias gender. Kata inklusif merupakan suatu rekayasa sosial pada pembangunan untuk mengubah cara pandang dari berbagai masalah social, ekonomi, pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.

Pembangunan yang selama ini dapat dikatakan  masih bersifat  eksklusif dan menghasilkan trade-off  karena   hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang cenderung menciptakan ketimpangan dalam bentuk,  angka pengangguran dan  tingkat kemiskinan yang tinggi, angka gini ratio yang semakin melebar, serta daya dukung lingkungan yang terus menerus terdegradasi.

Berbagai persoalan mendasar tentang kakao yang hampir dihadapi oleh semua produsen kakao di dunia termasuk di Indonesia.  Banyak penelitian menunjukkan  masalah umum terjadi pada negara produsen kakao, seperti  volatilitas harga, organisasi petani yang lemah dan ketergantungan pada sedikit pembeli’   produktivitas dan kualitas  yang rendah akibat serangan hama dan penyakit, khsusunya hama PBK (Penggerek Buah Kakao) yang masih sulit diatasi oleh petani,  hilangnya keanekaragaman hayati; pembangunan kakao masih bertumpu pada perluasan areal untuk peningkatan produksi, sementara kurang  memperhatikan kebutuhan petani kecil yang memiliki  posisi tawar yang lemah.

Usahatani kakao adalah kesatuan organis alam, tenaga kerja, modal, dan pengelolaan yang ditujukan untuk memeproduksi kakao. Usahatani kakao sangat dipengaruhi oleh kondisi internal rumah tangga petani dan eksternal dari aspek social, ekonomi, lingkungan, dan kebijakan pembangunan.

Pengembangn kakao inklusif ini merupakan suatu model yang memperhatikan integrasi antara usahatani dan pasar, aksesibilitas petani kakao terhadap sumber layanan public, pelestarian sumberdaya alam dan lingungan dan pengarusutamaan gender, sehingga diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi untuk meningktkan kesejhtaraan petani kakao.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, buku ini  membahas model inklusivitas usahatani kakao yang dapat dijadikan acuan untuk merevitalisasi kebun kakao yang diusahakan oleh hampir seluruh petani  dan merupakan komoditas utama ekspor.   Buku ini membahas  tentang inklusivitas  yang  meliputi pengembangan lembaga petani dan pemaaran sehingga  teknis budidaya yang ramah lingkungan dapat diterapkan, mengembangkan system pemasaran yang menjamin kualitas dan kuantitas produksi, mendorong akses masyarakat terhadap layanan public, sekaligus memperhatikan pengarusutamaan gender, dan dampak yang dihasilkan

SKU: 9789795304371 Category: Tags: , ,

Detail

ISBN

978-979-530-437-1

Halaman

x + 172

Cetakan

I, 2022

Penerbit

Unhas Press

Bahasa

Indonesia

Tentang

Rahim Darma

Rahim Darma

lahir di Parepare, 1 April 1959, staf pengajar tetap Universitas Hasanuddin sejak tahun 1985 dan sebagai guru besar pada studi Agribinis, Fakultas Pertanian sejak tahun 2012. Menyelesaiakan studi sarjana pertanian di Universitas Hasanuddin (1983), magister Ekonomi Sumberdaya pada Institut Pertanian Bogor (1987), dan doktor pada Ekonomi Pertanian di University of The Philippines at Los Banos (1993). Buku berjudul “AGRIBUSINESS: An Introduction to Agricultural Development” telah diterbitkan pada 2017 serta beberapa artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional bereputasi. Pernah sebagai konsultan UMKM pada the Asia Foundation, Swiss Contact, World Bank, ADB dan ketahanan pangan dan pembangunan desa pada FAO-PBB. Saat masih aktif di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Pembangunan Universitas Hasanuddin.

Rahmaniah HM

Rahmaniah HM

Lahir tanggal 21 Januari 1983 di Desa Bonde Kec. Campalagian Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat, warga keturunan Bugis-Mandar. Menempuh pendidikan program Sarjana (S1) pada jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian dan Kehutanan 2001-2006, kemudian melanjutkan pendidikan program Magister (S2) pada Program Studi Agribisnis di Program Pascasarjana 2010-2012. Selanjutnya menempuh pendidikan program Doktor (S3) pada Program Studi Ilmu Pertanian di Sekolah Pascasarjana tahun 2018-2022. Ketiganya jenjang studi tersebut diselesaikan di Universitas Hasanuudin. Saat ini penulis aktif sebagai dosen pada program studi Agribisnis Fakultas pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat. Sebelumnya penulis aktif dalam pemberdayaan masyarakat tani melalui lembaga swadaya masyarakat yang berperan dalam pengembangan agribisnis kakao kerjasama dengan NGO Rikolto Indonesia.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Inklusivitas pada Usahatani Kakao”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *