MANAJEMEN KRISIS STRATEGIS: Dari kesiapan kelembagaan menuju ketahanan berkelanjutan
Krisis tidak pernah datang dengan satu wajah. Ia membawa kehilangan, gangguan layanan, ketidakpastian, dan tekanan bagi institusi dan masyarakat. Namun, di balik setiap krisis, selalu ada ruang untuk mengevaluasi tata kelola, memperkuat koordinasi, dan membangun sistem yang lebih tangguh.
Manajemen Krisis Strategis: Dari Kesiapan Kelembagaan Menuju Ketahanan Berkelanjutan mengajak pembaca melihat manajemen krisis bukan sekadar sebagai urusan tanggap darurat, melainkan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Dengan mengambil konteks Sulawesi Tenggara, buku ini mengulas bagaimana kesiapan menghadapi risiko bencana perlu dibangun melalui tata kelola yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta kemampuan untuk belajar dan berbenah setelah krisis berlalu.
Buku ini menyajikan lima mata rantai utama dalam manajemen krisis strategis: arah strategis, kesiapan kelembagaan, tata kelola kolaboratif, pemulihan pascabencana, dan ketahanan berkelanjutan. Kelima aspek tersebut menjadi landasan untuk membangun daerah yang tidak hanya mampu merespons krisis, tetapi juga mampu bangkit dengan lebih baik, lebih adil, dan lebih tangguh.
Buku ini dapat menjadi bahan refleksi sekaligus panduan untuk memperkuat tata kelola kebencanaan. Sebab, ketangguhan tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya. Ketangguhan harus dipersiapkan sebelum krisis, dijaga selama masa respons, dan diperkuat melalui proses pemulihan.
Detail
| Penulis | Helen Dias Andhini |
|---|---|
| Halaman | 194 Halaman |
| Ukuran | 15,5 x 23 cm |
| ISBN | xxx-xxx-xxxx-xx-x |
| Penerbit | Unhas Press |
| Bahasa | Indonesia |




Reviews
There are no reviews yet.