Ekonomi Ekologis dan Krisis Peradaban: Membangun Ulang Hubungan Manusia, Alam, dan Pembangunan
Selama beberapa dekade, pertumbuhan ekonomi telah menjadi ukuran utama kemajuan dan kesejahteraan. Produksi meningkat, konsumsi berkembang, teknologi semakin maju, dan berbagai negara berlomba memperbesar kekuatan ekonominya. Namun, di balik keberhasilan tersebut terdapat paradoks yang semakin sulit diabaikan: dunia menjadi lebih kaya sekaligus semakin rapuh. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lingkungan, krisis pangan dan air, serta ketimpangan sosial menunjukkan bahwa model pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan dan eksploitasi sumber daya alam memiliki batas ekologis yang nyata.
Ekonomi Ekologis dan Krisis Peradaban mengajak pembaca meninjau kembali cara manusia memahami ekonomi, pembangunan, dan kemajuan. Buku ini membahas bagaimana revolusi industri, kapitalisme ekstraktif, konsumsi massal, serta logika pertumbuhan tanpa batas membentuk hubungan manusia dengan alam yang semakin eksploitatif. Di dalamnya, krisis ekologis tidak dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, melainkan sebagai bagian dari persoalan ekonomi, sosial, politik, dan peradaban. Ketika alam diperlakukan hanya sebagai komoditas dan pertumbuhan menjadi tujuan yang tidak pernah selesai, kerusakan ekologis pada akhirnya turut mengancam fondasi kehidupan manusia.
Namun, buku ini tidak berhenti pada kritik terhadap sistem yang ada. Berbagai gagasan seperti ekonomi ekologis, ekonomi regeneratif, circular society, Buen Vivir, deep sustainability, dan peradaban ekologis menawarkan kemungkinan untuk membangun kembali hubungan manusia dengan alam. Pembangunan masa depan perlu bergerak dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi yang menjaga kehidupan, memperkuat keadilan sosial, menghormati batas-batas ekologis, dan mempertimbangkan hak generasi mendatang. Pada akhirnya, manusia berada di persimpangan jalan: mempertahankan pola pembangunan lama atau berani membangun paradigma baru yang menempatkan keberlanjutan dan kehidupan sebagai dasar kemajuan. Sebab, tidak ada ekonomi di planet yang mati.
Detail
| Penulis | Nur Dwiana Sari Saudi, |
|---|---|
| Proofreader | Wahyu Chandra |
| Halaman | xxvii + 561 halaman |
| Ukuran | 15,5 × 23 cm |
| ISBN | 978-xxx-xxx-xxx-x |
| Bahasa | Indonesia |
| Penerbit | Unhas Press |




Reviews
There are no reviews yet.