Aidir Amin Daud. Guru besar dan pengajar di bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Unhas sejak 1987. Lahir di Makassar-20 November 1958. Sempat aktif sebagai reporter hingga menjadi Kepala Redaksi Harian Fajar (1980-2003). Aidir sempat menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan (2003-2006). Ia kemudian menjadi Direktur Tata Negara Kemenkumham RI (2007-2009). Tahun 2010, Aidir diangkat menjadi Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) yang antara lain wewenangnya sebagai pelaksana Central Authority (Otoritas Pusat) Indonesia yang antara lain mengurusi ekstradisi hingga aset recovery yang dibawa kabur pelaku pidana di Indonesia ke mancanegara, mengurusi badan hukum, notaris hingga partai politik. Lima tahun sesudahnya Aidir menjadi Dirjen HAM selama setahun sebelum diangkat menjadi Inspektur Jenderal Kemenkumham RI. Sebagai Irjen, Aidir sempat menjadi pelaksana tugas Dirjen AHU (2015) dan Dirjen Kekayaan Intelektual. Tahun 2019 Aidir menjadi Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ia juga pernah menjadi Anggota Majelis Pengawas Pusat Notaris selama 2 periode dan sampai saat ini menjadi anggota Komisi Banding Merk Kemenkumham RI.

Showing the single result